Polisi AS Gunakan Robot untuk Bunuh Penembak Dallas

DALLAS (Jurnalislam.com) – Departemen Kepolisian Dallas menggunakan robot sarat bahan peledak untuk membunuh terduga penembak, pejabat kota mengatakan Jumat, kemungkinan pertama kalinya kepolisian AS menggunakan robot untuk membunuh tersangka, lansir World Bulletin Sabtu (09/07/2016).
Pada Kamis malam, tersangka diduga menewaskan lima polisi dan melukai beberapa lainnya saat protes terhadap kebrutalan polisi di pusat kota.
Kepala polisi David Brown mengungkapkan pada konferensi pers hari Jumat bahwa polisi menewaskan Micah Xavier Johnson menggunakan robot penjinak bom yang dilengkapi dengan bahan peledak; pada dasarnya adalah sebuah alat peledak improvisasi.
Pakar keamanan percaya itu adalah pertama kalinya polisi menggunakan robot untuk menetralisir tersangka dengan membunuh.
“Kami tidak melihat ada pilihan lain selain menggunakan robot bom dan menempatkan perangkat untuk meledakkan lokasi tersangka,” kata Brown.
Pihak berwenang memutuskan untuk menggunakan robot karena mereka mengatakan Johnson secara aktif menargetkan polisi.
“Pilihan lain akan menempatkan petugas kami dalam bahaya besar,” kata Brown. “Tersangka sudah tewas sebagai akibat meledakkan bom.”
Perangkat yang digunakan adalah robot yang dikendalikan dari jarak jauh di atas roda. Robot memiliki lengan di atas yang biasanya digunakan untuk meredakan benda mencurigakan.
Pasukan polisi di seluruh negeri telah menggunakan robot untuk menyebarkan gas air mata dan senjata non-mematikan lainnya, tetapi bom yang digunakan Kamis malam adalah pertama kalinya sebuah departemen polisi menggunakan robot dengan maksud membunuh tersangka.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam



