Sembilan Gadis Cilik Tewas dalam Serangan Mortir di Sekolah Dasar, Suriah
SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya sembilan murid tewas oleh mortir yang menghantam sekolah putri di kota Deir Ezzor, di timur laut Suriah, menurut media Suriah dan kelompok monitoring, lansir Aljazeera, Selasa (22/12/2015),
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menegaskan kematian murid perempuan tersebut dan mengatakan 20 lainnya luka-luka dalam serangan hari Selasa di sekolah dasar di distrik Harabesh yang dikuasai rezim.
"Jumlah korban kemungkinan meningkat karena beberapa korban yang terluka berada dalam kondisi serius," kata Rami Abdel Rahman, dari observatorium itu kepada kantor berita AFP.
Islamic State (IS) mengontrol provinsi Deir Ezzor yang kaya akan minyak sejak 2013, tetapi setengah dari ibukota daerah tetap di tangan rezim.
Puluhan warga sipil telah tewas di wilayah Deir Ezzor yang dikuasai rezim Assad selama beberapa bulan terakhir akibat serangan dari daerah yang dikendalikan IS.
Sebuah sumber di kementerian Suriah, dikutip oleh kantor berita, SANA, mengatakan: "Milisi IS pagi ini meluncurkan mortir yang jatuh di gedung sekolah dasar di Harabesh."
Serangan terbaru tersebut terjadi saat PBB mengumumkan bahwa pembicaraan putaran berikutnya yang ditujukan untuk mengurangi konflik di negara itu akan digelar di markas PBB Eropa di Jenewa pada bulan Januari.
Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB memberi dukungan bulat bagi rencana untuk mengakhiri konflik Suriah dengan memanggil kelompok oposisi moderat dan pemerintah ke meja perundingan.
Dengan dukungan penting dari Amerika Serikat dan Rusia, rencana tersebut bertujuan untuk memberlakukan gencatan senjata di Suriah awal tahun depan.
Dua putaran pembicaraan damai antara perwakilan pemerintah dan oposisi di Jenewa tahun lalu berakhir dengan kegagalan menentukan nasib Bashar al-Assad.
Sedikitnya 250.000 orang telah tewas dalam konflik Suriah.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam



