Nasional

Jaya Suprana Sebut Penggusuran Tidak Menjunjung Pancasila

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Budayawan Jaya Suprana mengaku heran dengan sekelompok orang yang mengatakan penggusuran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bukanlah suatu masalah.

“Kalau ada orang yang bilang digusur itu tidak masalah, mereka harus merasakan dulu digusur, baru berhak ngomong,” ujarnya dalam Seminar bertema ‘Permasalahan Cina/Tionghoa dalam Konteks Integrasi Nasional’ di Kantor Komnas HAM, Jl. Latuharhari, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Jaya mengingatkan, jangan karena kepentingan dan keberpihakan politik kemudian membenarkan penggusuran. Apalagi yang dilakukan secara tidak manusiawi dan melanggar hukum, lapor JITU Islamic News Agency.

Ia mengungkapkan, dirinya juga heran dengan anggapan seolah penggusuran merupakan suatu prestasi dalam pembangunan daerah.

“Saya betul-betul tidak mengerti, negara ini masih negara yang menjunjung pancasila atau tidak sebenarnya. Kalau memang maunya menggusur itu disebut sebagai suatu prestasi, Pancasila dihapus saja kalau gitu,” tutur Jaya.

Menurutnya, penggusuran tidak mencerminkan nilai-nilai dari Pancasila. Di satu sisi, Jaya mengaku diajarkan untuk berketuhanan, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan melalui musyawarah mufakat, dan berkeadilan sosial.

“Tapi waktu saya datang ke penggusuran Kawasan Bukit Duri saya malah dihujat, dibilang cari popularitas dan sebagainya,” ungkapnya bernada miris.

Jaya mengungkapkan, dirinya hanya berusaha memberikan perlindungan bagi masyarakat yang tidak berdaya menghadapi penggusuran.

Karena, kata dia, dirinya merasa sedih menyaksikan langsung penggusuran dan melihat warga kehilangan haknya, bahkan menjadi stateless (tanpa warga negara) sebab KTP-nya dicabut.

Reporter: Yahya Nasrullah/JITUIslamicNewsAgency

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button