Internasional

Saat Operasi terhadap IS, Turki akan Serang PYD di Manbij

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan menyerang milisi PKK / PYD di Manbij, Suriah utara “kecuali mereka memutuskan mundur,” kata menteri luar negeri Turki, Kamis (02/03/2017).

Berbicara kepada wartawan di luar parlemen Turki di Ankara, Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Turki dan Amerika Serikat “tidak harus saling berhadapan satu sama lain hanya karena Turki berjuang melawan kelompok milisi lainnya,” yaitu kelompok lain selain Islamic State (IS), yang menjadi fokus utama Operasi Perisai Efrat Turki di Irak utara, lansir Anadolu Agency.

“Kami tidak menginginkan jika salah satu sekutu kami berdiri bersama kelompok teroris,” kata Cavusoglu. “Kami menyatakan sebelumnya bahwa Turki akan memukul YPG kecuali mereka menarik diri dari Manbij.”

YPG adalah sayap bersenjata kelompok teror PKK / PYD di Suriah.

Cavusoglu juga mengatakan bahwa tujuan meluncurkan operasi di Manbij adalah untuk mengembalikan daerah tersebut kepada “pemilik yang sebenarnya.”

Cavusoglu mengatakan Ankara dan Washington sedang membahas bagaimana menerapkan operasi Raqqah dan bagaimana Turki akan mendukung operasi.

“Ada negara-negara koalisi lain yang aktif di sana seperti Perancis, Jerman, dan Inggris,” kata Cavusoglu. “Kami sedang mendiskusikan isu-isu seperti bagaimana kita akan melakukan dukungan melalui udara.”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa para Tentara Pembebasan Suriah yang didukung Turki bisa memimpin serangan Raqqa.

Walaupun pemerintahan Obama menganggap PYD sebagai “sekutu terpercaya,” namun Turki secara konsisten menekankan bahwa PYD adalah bagian tak terpisahkan dari teroris PKK.

Kebijakan pemerintahan Trump yang baru mengenai PYD masih belum pasti.

Sejak kembali meluncurkan operasi bersenjata pada bulan Juli 2015, PKK yang – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Internasional – bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.200 personel keamanan dan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

PKK / PYD telah dituduh oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan di utara dan timur laut Suriah, termasuk pembantaian “pembersihan etnis”.

Operasi Perisai Efrat yang dipimpin Turki dimulai Agustus lalu untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki melalui Tentara Pembebasan Suriah didukung artileri dan jet Turki.

Related Articles

Back to top button