Internasional

Taliban: Proses Damai AS, China, Pakistan dan Kabul adalah Sebuah Lelucon!!

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Senin (07/03/2016) mengatakan kembali sikap tegas  mereka terhadap pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perjuangan yang telah berlangsung 14 tahun, dan menolak perundingan sampai prasyarat mereka dipenuhi, Al Emarah News melaporkan, Senin.

Sebagaimana yang dilansir Voice of Jihad bahwa media rezim Kabul kembali memanaskan suasana, mengatakan pekan depan akan terjadi pertemuan kuartet lain yang kemungkinan diselenggarakan di ibukota Pakistan Islamabad dan menurut estimasi mereka, para delegasi dari Imarah Islam diminta harus berpartisipasi juga.

Sama seperti yang Imarah Islam nyatakan selama konferensi Pugwash; perang ini ditujukan pada Imarah Islam dan bangsa Afghanistan, dan negara ini telah diduduki oleh penjajah AS yang didukung oleh pasukan multinasional dan rezim korup. Maka langkah segera pertama adalah menghapus katalis utama yang mencegah perdamaian dan memperpanjang perang di Afghanistan yaitu penjajahan.

Agenda “lelucon” proses Kuartet (AS, China, Pakistan dan Afghanistan) ini jelas menunjukkan bahwa mereka menutup mata terhadap penjajahan dan campur tangan langsung operasi militer Amerika di Afghanistan dan berusaha untuk memprovokasi pemerintah Kabul untuk tidak menerima Imarah Islam.

Maka dapat dipahami oleh semua bahwa sumber dari semua tragedi adalah Amerika. Amerika telah secara ilegal menyerbu Afghanistan, membunuh ratusan ribu warga negara Afghanistan, menyiksa jutaan lebih di atas kejahatan yang tidak bisa diungkap dengan kata-kata dan proses ini terus berlanjut dengan kebiadaban yang besar.

Di sisi lain Amerika mengontrol pemilihan dari awal sampai akhir sementara Ashraf Ghani secara terbuka mengatakan bahwa jika Amerika menghentikan pasokan minyak bumi untuk satu hari, administrasi menjadi berhenti dan runtuh.

Jadi keputusan perang, penjajahan berkelanjutan, garis hidup rezim Kabul dan kejahatan lainnya ada di tangan Amerika, maka mengapa Amerika tidak mengambil tempat duduk di meja perundingan sebagai penyebab utama konflik?

Imarah Islam percaya bahwa Amerika dan rezim Kabul menginginkan kami menyerah, bukan  kedamaian sejati.

Mereka percaya Imarah Islam pertama-tama harus melemah di medan perang sebelum mereka dapat memaksakan 'Perdamaian'.

Tapi itu hanyalah menipu diri sendiri dan bertentangan dengan realitas di lapangan. Imarah Islam memperoleh dukungan yang kuat dari rakyatnya.

Penjajah dan sekutu mereka harus memahami bahwa ada kekuatan lain yang memenangkan penentuan bangsa dan tidak ada masalah yang dapat diselesaikan melalui perjanjian ilegal dan tidak bertanggung jawab.

Pada kenyataannya perdamaian membutuhkan tekad yang kuat dan strategi yang didasarkan pada realitas lapangan, elemen pentingnya adalah berakhirnya penjajahan AS di Afghanistan dan tidak ada hal-hal yang bertentangan satu sama lain dalam pembicaraan dan tindakan.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button