Internasional

Puluhan Ribu Warga Sipil Suriah Melarikan Diri Hindari Serangan Udara Brutal Rusia

IDLIB (Jurnalislam.com) – Puluhan ribu warga Suriah melarikan diri dari serangan pesawat tempur Rusia yang menargetkan daerah-daerah sipil, lansir Anadolu Agency, Senin (26/10/2015).

Di kamp pengungsi Atmeh di Suriah-Turki peningkatan jumlah pengungsi dari provinsi Hama, Homs, Idlib dan Aleppo telah tiba sejak Rusia memulai serangan udara pada tanggal 30 September.

"Pesawat Rusia telah membombardir daerah pemukiman, warga sipil dan anak-anak siang dan malam," Abdulkarim al Ahmed, dari Aleppo selatan melaporkan kepada Anadolu Agency. "Kami tidak punya pilihan selain melarikan diri ketika rumah kami dihancurkan."

Sebagian besar pengungsi berasal dari daerah di mana pasukan rezim Bashar al-Assad bertempur melawan koalisi pejuang Suriah.

Sejak Rusia mulai meluncurkan serangan udara, mereka mengklaim hanya menyerang Daesh (IS). Namun, anggota aliansi militer anti-Daesh, termasuk Turki, mengatakan warga sipil dan pasukan oposisi moderat anti rezim juga menanggung beban akibat serangan.

"Kami ingin dunia Muslim bersama-sama dan mengangkat suara terhadap pembantaian ini," kata Ahmed.

"Apa salah warga sipil terhadap tentara Rusia? Kami tidak memiliki afiliasi apapun dengan Daesh namun kami dibombardir setiap hari. "

Ahmed Abu Saleh mengatakan terdapat kedatangan puluhan ribu lainnya, yang meninggalkan rumah mereka. Laporan ini didukung oleh badan-badan bantuan yang mengatakan eskalasi kekerasan sejak Rusia bergabung dalam perang Suriah mengancam krisis kemanusiaan terburuk dalam empat tahun terakhir ini.

"Bentrokan telah diintensifkan di Aleppo dan kota-kota lain dengan bantuan serangan udara Rusia," kata Saleh. "Sekitar 20.000 orang telah meninggalkan rumah mereka selama tujuh hari terakhir dan menetap di kamp-kamp tenda di sepanjang perbatasan."

Dia menambahkan: "Kami datang ke sini dengan sekitar 300 keluarga lainnya. Kami takut akan dibom di jalan, karena mereka menjatuhkan bom barel pada orang-orang yang melarikan diri."

Serangan udara Rusia di Homs Utara pada 15 Oktober menewaskan sedikitnya 59 warga sipil, termasuk 33 anak-anak, menurut pernyataan Human Rights Watch (HRW) yang dikeluarkan pada hari Ahad seperti dikutip para pekerja darurat dan aktivis.

Kelompok itu mengatakan serangan tersebut merupakan "pelanggaran serius terhadap hukum perang".

Serangan itu merupakan bagian dari serangan udara yang lebih luas oleh Rusia pada wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali koalisi pejuang pejuang Suriah dan  untuk membantu serangan darat yang dilakukan oleh pasukan rezim dan sekutunya.

"Warga sipil di Homs utara mungkin memiliki tempat untuk bersembunyi atau melarikan diri saat serangan semakin intensif," Nadim Houry, wakil direktur HRW Timur Tengah mengatakan.

"Rusia harus memastikan mengerahkan semua tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil dan warga sipil yang mampu meninggalkan daerah jika mereka inginkan, tanpa terkena serangan udara Rusia atau Suriah."

Kelompok hak asasi mengatakan tidak ada peringatan atau pengumuman yang dibuat untuk warga sipil sebelum serangan 15 Oktober meskipun hukum perang menentukan adanya peringatan sebelum serangan yang dapat mempengaruhi warga sipil.

Itu bukan pertama kalinya pasukan Rusia menyerang warga sipil. Suriah-American Medical Society mengatakan serangan udara Rusia menghantam sembilan rumah sakit di Suriah pada bulan Oktober, membunuh dan melukai warga sipil dan staf.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, serangan udara Rusia telah menewaskan sedikitnya 127 warga sipil, termasuk 36 anak-anak, sejak 30 September.

"Rusia berbicara tentang serangan mereka yang tepat sasaran, namun laporan dari darat dan rekaman dampak serangan menunjukkan bahwa banyak warga sipil terbunuh," kata Houry.

"Rusia harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi warga sipil dari serangan mereka sendiri."

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button