Nasional

Kapolri Tuding Isu Rohingya Sudutkan Pemerintah, Ini Jawaban Masyarakat

SOLO (Jurnalislam.com) – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai, isu genosida muslim Rohingya yang terjadi di Rakhine State Myanmar dan mendapat respon dan simpati yang besar dari masyarakat di Indonesia bukan lagi karena mengangkat sisi kemanusiaan.

Menurutnya, ada pihak tertentu yang mengolah isu tersebut untuk menyudutkan pemerintahan Jokowi. Hal itu disampaikan Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/7/2017).

Tito mengaku, mengacu pendapat tersebut melalui perangkat lunak analisis opini di platform media Twitter. Dari analisis tersebut, sebagian besar pembahasan mengenai Rohingya yang berkembang, dikaitkan dengan Presiden Jokowi dan pemerintahannya.

Menanggapi hal tersebut, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono menanggap jika hanya Twitter yang dijadikan sumber oleh Tito, maka hal itu tidak bisa dijadikan patokan.

Aksi Solidaritas, Elemen Pemuda dan Ormas Islam Dompu NTB Galang Dana untuk Rohingya

Mmenurut Endro, jika hanya menggunakan satu sumber data, maka belum bisa menggambarkan kondisi yang sesungguhnya atau keseluruhannya. Padahal, isu Rohingnya menjadi isu global bahkan sampai PBB dan negara-negara Barat turut mengecam Myanmar.

“Kesimpulan untuk twitter yang disampaikan Kapolri adalah kurang valid, tidak bisa menggambarkan obyek yang sesungguhnya. Kesimpulan Kapolri hanya berlaku untuk obyek penelitian itu saja, jadi kurang valid,”kata Endro pada Jurnalislam.com, Rabu, (6/9/2017).

Lebih lanjut, Endro mengatakan, tuduhan terhadap banyaknya aksi solidaritas umat Islam untuk menyudutkan Pemerintah adalah tuduhan yang tidak berdasar. Ia melanjutkan, seharusnya Tito mengambil data dari berbagai sumber untuk menyimpulkan keputusan tersebut.

” Kesimpulan bahwa semua aksi solidaritas Rohingnya untuk mendiskriminasikan Pemerintah adalah berupa kesimpulan populasi, yang sampelnya pasti lebih dari satu, bahkan harus semua sampel,”pungkasnya.

Related Articles

Back to top button