Abdallah al-Muallami : Tidak ada Gencatan Senjata Kecuali Syiah Houthi Mundur
YAMAN (Jurnalislam.com) – Tidak akan ada gencatan senjata di Yaman dalam waktu dekat ini kecuali pemberontak Houthi menarik diri dari wilayah yang mereka kuasai, utusan Teluk mengatakan kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon pada hari Senin (20/04/2015).
Duta Besar Saudi untuk PBB Abdallah al-Muallami mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa "kondisi tertentu" harus dipenuhi untuk menghentikan serangan udara “Operation Decisive Storm” yang dipimpin Saudi.
"Kita semua ingin melihat peperangan militer berakhir secepatnya, tetapi diperlukan kondisi yang kondusif untuk mengakhiri permusuhan," kata Muallami setelah pertemuan dengan Ban Ki-moon.
Utusan Saudi mengatakan kondisi gencatan senjata telah dijabarkan dalam resolusi Dewan Keamanan yang baru saja diadopsi.
Resolusi yang diadopsi pekan lalu menuntut bahwa Houthi mundur dari wilayah yang mereka kuasai, termasuk ibu kota Sanaa, serta mengakhiri aksi kekerasan mereka dan kembali ke meja perundingan damai.
Ban Ki-moon menyerukan "gencatan senjata segera" di Yaman seraya mengatakan bahwa negara itu "terbakar" dan sudah waktunya untuk " perdamaian yang nyata."
Setelah pengunduran diri diplomat Maroko Jamal Benomar sebagai utusan perdamaian Yaman, Ban Ki-moon menunjuk diplomat Mauritania Ould Cheikh Ahmed Ismail menjadi wakil barunya.
Ban Ki-moon menginformasikan kepada utusan Teluk mengenai pilihannya tapi utusan tersebut tidak menentukan apakah mereka akan menerima mediasi, yang dianggap penting mengingat jumlah korban tewas meningkat tajam.
"Kami belum mengeluarkan reaksi apa pun, semuanya sedang dipelajari di ibukota dan kami akan menyimpulkan reaksi kami secepat mungkin," kata Muallami.
Sejak 26 Maret, Arab Saudi telah memimpin aliansi negara-negara Arab dalam serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi yang didukung Syiah Iran dan milisi pemimpin terguling Ali Abdullah Saleh.
Deddy | AFP | Alarabiya | Jurniscom



