Nasional

ACT Dirikan Dapur Umum untuk Korban Gempa Desa Terisolir di Sigi

SIGI (Jurnalislam.com) – Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Desa  Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Desa ini sempat terisolir beberapa hari karena akses jalan yang tertutup oleh material longsor yang diakibatkan oleh gempa.

“Hari ini kita datang ke Desa Salua meski hari ini listrik di sini masih terputus. Kami bawa logistik semacam beras, gula, sembako dan telur untuk kita suplai ke sini,” kata Koordinator Rescue ACT wilayah Sigi, Rahadiansyah di lokasi, Rabu (10/10/2018)

Butuh waktu 4 jam dari Kota Palu untuk sampai di desa yang lokasinya terletak di pegunungan ini. Sesekali tim harus turun dari kendaraan untuk mengurangi beban agar kendaraan dapat melewati jalanan licin berlumpur.

“Kabupaten Sigi ini lengkap, ada gempa bumi, ada tsunami, likuifaksi, dan longsor. Jadi memang sulit sekali bisa menembus daerah ini,” ujar Rahadiansyah.

Baca juga: ACT Salurkan Bantuan untuk 8000 Pengungsi di Kelurahan Duyu, Kota Palu

Selain memberikan bantuan bahan pokok, ACT juga mendirikan dapur umum dan membuka layanan kesehatan untuk warga Desa Salua dan sekitarnya.

“Kita suplai logistiknya bahan mentah sayuran agar mereka tidak makan mie terus karena disini terisolir dan belum ada warung yang buka‎,” tambahnya.

Berteduh. Warga desa Salua berteduh dari hujan. Foto: Ally/Jurniscom

Selain di Desa Salua‎, Rahadiansyah ‎menyebut pihaknya bakal membuka dapur umum di wilayah lain yang masih terisolir.

“Kalau di dapur umum kita akan coba satu lagi di Desa Pandere dan insya allah satu lagi mungkin di Dolo Selatan, Sigi,” kata Rahadiansyah.

Ada sekitar 380 KK tinggal di desa ini. Sebagian besar rumah mereka hancur akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang melanda wiayah ini pekan lalu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button