Nasional

Deradikalisasi, BNPT Gelar Baksos Melalui Program ‘Pesantren Bersinar’

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Sebanyak 10 pesantren se-Solo Raya mendapat bantuan pembagian 1000 paket lampu LED dan 300 lampu penerangan jalan dari Program “Pesantren Bersinar” yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Ulul Albab, Glodok, Sukoharjo pada Senin (26/9/2016) itu dihadiri langsung oleh Ketua BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius. Ponpes Ulul Albab adalah tempat dimana istri-istri trio bom Bali I menetap.

Suhardi menjelaskan, 10 pesantren se-kota Solo Raya dijadikan sebagai peletakan awal implementasi dari Program “Pesantren Bersinar ” dan akan dilanjutkan di beberapa kota di Indonesia di antaranya Sulawesi Selatan, Nusa tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tengah (Sulteng)

“Ada empat daerah, yang pertama Soloraya, kemudian NTB, kemudian Sulsel dan Sulteng. Nah tempat-tempat ini kita anggap sebagai model proses asimilasi, proses deradikalisasi. Sehingga kita perlu kerjasama, disini ada sepuluh pesantren,” ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Diakui Suhardi, pondok yang mendapat bantuan adalah pondok-pondok yang mempunyai hubungan erat dengan para pelaku terorisme. Menurut Suhardi, radikalisme dan terorisme disebabkan oleh kesenjangan sosial dan ekonomi. Oleh sebab itu, dengan adanya program Pesantren Bersinar diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan di lingkungan pesantren.

“Lampu yang kami bagikan ini hemat energi dengan daya rendah, sehingga pesantren bisa berhemat. Lampu hemat energi berdaya 60 watt memiliki tingkat cahya setara 600 watt. Jika sebelumnya bayar listrik untuk lampu Rp 4 juta sebulan misalnya, bisa ditekan mejadi Rp 400 ribu perbulan. Dengan begitu anggaran pembayaran listrik bisa dialokasikan untuk kegiatan produktif atau modal usaha,” paparnya.

Dijelaskan Suhardi, program Pesantren Bersinar merupakan program yang dicanangkan Presiden Jokowi, namun Presiden yang dijadwalkan membuka acara tersebut batal hadir.

“Sejatinya program Pesantren Bersinar ini bentuk kepedulian kami dari BNPT bersama BRI dengan CSR nya untuk melengkapi sarana dan prasarana pondok pesantren dengan listrik yang memadai. Program ini telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Sedianya memang bapak Presiden akan hadir sendiri pada acara ini, tetapi kali ini belum belum bisa hadir,” ujar Suhardi.

Sepuluh pondok pesantren di Solo Raya yang mendapat bantuan dari BNPT antara lain Ponpes Ulul Albab Polokarto Sukoharjo, Ponpes Hidayatullah Al Kahfi Mojosongo Surakarta, Ponpes Ummul Quro Jlegong Klego Boyolali, Ponpes Darusy Syahadah Simo Boyolali, Ponpes Darul Hasan Mranggen Polokarto Sukoharjo, Ponpes Mah’ad Aly Baitul Qur’an Wonoboyo Wonogiri, Ponpes Mamba’ul Hikmah Selogiri Wonogiri, Ponpes Nurul Ummah Karangpandan Karanganyar, dan Ponpes DarussalamTanon Sragen.

Adapun bantuan yang diberikan berupa 20 paket bermerek limar (listrik mandiri rakyat), 6 unit tiang lampu dan 1 unit genset 2.500 KVA. Pemberian bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala BNPT kepada pembina Ponpes Ulul Albab, KH Shoimin.*

Related Articles

Back to top button