PBB Umumkan Gencatan Senjata Yaman dengan Syiah Houthi
JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan khusus PBB untuk Yaman pada hari Selasa (15/12/2015) mengumumkan gencatan senjata di negara ini sebelum pembicaraan damai dimulai di Swiss, Selasa, lansir Anadolu Agency.
"Utusan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed mengumumkan awal penghentian perperangan di Yaman dan menganggapnya sebagai langkah pertama yang penting untuk membangun perdamaian abadi di negeri ini," kata PBB dalam sebuah pernyataan hari Selasa.
Sebuah gencatan senjata di Yaman yang direncanakan dimulai pada Senin tengah malam waktu setempat, ditunda menjadi Selasa pagi karena tanda-tanda tumbuhnya saling curiga.
Lebih dari 20 orang tewas di Yaman sehari sebelum pembicaraan damai di Swiss.
Ahmed mendesak "semua pihak untuk menghormati inisiatif ini dan bekerja menuju pembentukan akhir konflik yang komprehensif dan permanen".
Yaman mengalami kekacauan sejak bulan September 2014, ketika kelompok militan Syiah Houthi menyerbu ibukota Sanaa.
Pejabat pemerintah Yaman dan milisis Syiah Houthi akan berpartisipasi dalam pembicaraan untuk membangun gencatan senjata permanen.
Kedua pihak memiliki 12 anggota dan enam penasihat untuk pembicaraan di Swiss.
Delegasi pemerintah dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Yaman Abdel-Malek al-Mekhlafi sementara juru bicara Houthi, Mohammed Abdel Salam, akan memimpin komite dalam pembicaraan.
PBB mencatat pada hari Senin bahwa pembicaraan akan diadakan "di sebuah lokasi yang dirahasiakan".
Pembicaraan diperkirakan berlangsung satu minggu, tapi kerangka waktunya bersifat fleksibel dan dapat diperpanjang jika diperlukan.
Sebelumnya pembicaraan damai Yaman yang diselenggarakan di Jenewa pada bulan Juni gagal menghasilkan kesepakatan bahkan gagal menghasilkan perjanjian gencatan senjata jangka pendek.
Pada tanggal 26 Maret, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan serangan udara terhadap kelompok militan Syiah Houthi di Yaman.
Pada bulan April, milisi Syiah berhasil merebut provinsi Aden Yaman, sehingga Presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi terpaksa melarikan diri ke Arab Saudi.
Lebih dari 2,3 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan 21,2 juta orang, yaitu hampir seluruh penduduk Yaman, sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Setidaknya 5.800 orang – hampir setengah dari mereka warga sipil – telah tewas dalam konflik yang sedang berlangsung di Yaman sejak Maret.
Deddy | Anadolu Agnecy | Jurnalislam

