Menlu Turki: Rusia Gunakan Pembicaraan Damai Suriah sebagai Topeng
ROMA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Rusia menghambat pencarian solusi untuk konflik Suriah dengan serangan udara yang masih terus berlangsung di Suriah, Anadolu Agency melaporkan Ahad (21/02/2016).
Dalam sebuah wawancara dengan harian Italia La Stampa, Ahad, Cavusoglu menyebut Moskow sebagai "hambatan terbesar" untuk menyelesaikan krisis lima tahun Suriah.
"Rusia menggunakan pembicaraan Jenewa sebagai topeng untuk mengintensifkan serangan udara mereka di Suriah," kata menteri.
Pembicaraan perdamaian PBB ditangguhkan di Jenewa pada 3 Februari "karena semakin intensifnya serangan udara Rusia" di Suriah, menurut utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura. Pembicaraan kini dijadwalkan berlanjut pada 25 Februari.
Rusia terus melakukan serangan udara, dilaporkan menewaskan lebih dari 130 warga sipil, pada awal hari pembicaraan.
"Mereka [Rusia] menargetkan sekolah, bazaar, rumah sakit dan tempat-tempat untuk warga sipil. Ketika kita semua melihat serangan ini, kita dapat melihat bahwa mereka [Rusia] bertujuan untuk menggagalkan proses [pembicaraan]," kata Cavusoglu.
Sejak 30 September tahun lalu, Rusia – sekutu dekat rezim Bashar al-Assad Suriah – menargetkan sejumlah daerah sipil di Suriah, menurut pejabat AS.
Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim menindak protes unjuk rasa dengan pembantaian tak terduga.
Sejak itu, lebih dari 470.000 orang telah tewas di seluruh negeri dan lebih dari 10 juta menjadi pengungsi,.
Dengan 2,62 juta korban perang Suriah dan 26 kamp yang berbeda, perang telah membuat Turki menjadi tuan rumah terbesar di dunia bagi pengungsi.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam



